Buya Yahya menjelaskan bahwa amal ibadah yang dilakukan tidak seharusnya menjadi sumber kebanggaan diri. Ketika seseorang merasa bahwa kebaikan yang dilakukannya semata-mata karena kemampuan dan usahanya sendiri, tanpa menyadari bahwa semua itu merupakan karunia Allah Swt., di situlah bibit ujub mulai muncul.
Ujub dan sombong merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya karena dapat menjadi “pencuri” pahala. Seseorang yang merasa lebih baik, lebih alim, atau lebih rajin beribadah daripada orang lain dapat kehilangan keikhlasan dalam amalnya. Karena itu, dalam beribadah seseorang hendaknya tidak mencari pujian atau perhatian manusia, tetapi semata-mata mengharap rida Allah Swt.
Untuk menjaga hati, seseorang perlu senantiasa menyadari kekurangan dan kelemahan dirinya di hadapan Allah Swt. Jangan sampai amal yang seharusnya mendekatkan diri kepada Allah justru menjadi sebab munculnya kesombongan. Oleh karena itu, penting untuk terus memohon perlindungan kepada Allah dari penyakit hati agar setiap amal tetap dilandasi keikhlasan dan bernilai di sisi-Nya.
Sumber: Channel YouTube Al Bahjah TV












