Beranda / goresan pena / Mimpi Bertemu Ulama, Apakah Tanda Saling Mencintai?

Mimpi Bertemu Ulama, Apakah Tanda Saling Mencintai?

Buya Yahya menjelaskan bahwa mimpi tidak seharusnya dijadikan sandaran utama dalam menjalani kehidupan. Jika seseorang bermimpi bertemu seorang ulama, hal itu tidak serta-merta menjadi tanda bahwa ulama tersebut juga mencintainya. Daripada sibuk mencari petunjuk melalui mimpi, lebih baik mendatangi ulama tersebut secara langsung, menghadiri pengajiannya, dan mengikuti nasihat-nasihatnya.

Beliau juga mengingatkan agar tidak mudah menceritakan mimpi kepada orang lain, terlebih jika berkaitan dengan mimpi bertemu Nabi atau ulama. Mimpi yang baik hendaknya tidak dijadikan bahan untuk menyombongkan diri atau menunjukkan seolah-olah memiliki kedekatan khusus dengan sosok tersebut. Sebab, mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Allah yang sebaiknya disikapi dengan bijaksana dan tidak dijadikan sarana mencari pengakuan dari orang lain.

Jika mendapatkan mimpi yang baik, jadikanlah hal itu sebagai motivasi untuk semakin memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan nyata. Ukuran kedekatan seseorang dengan ulama bukanlah sekadar mimpi bertemu dengannya, melainkan bagaimana ia mengikuti nasihat, meneladani akhlak, dan mengamalkan ilmu yang disampaikan. Dengan demikian, perhatian kita tetap tertuju pada perbaikan diri, bukan semata-mata pada pengalaman dalam mimpi.

Sumber: Channel YouTube Al Bahjah TV