Beranda / Artikel Islam / Buya Yahya: Sampaikan Kebenaran dengan Ikhlas, Santun, dan Tidak Merasa Lebih Mulia

Buya Yahya: Sampaikan Kebenaran dengan Ikhlas, Santun, dan Tidak Merasa Lebih Mulia

 

Buya Yahya menjelaskan bahwa setiap orang yang memiliki ilmu berkewajiban untuk menyampaikannya kepada orang lain. Namun, ilmu tersebut harus benar-benar dipahami dan disampaikan dengan niat mengharap rida Allah SWT. Dalam menyampaikan kebenaran, seseorang juga harus menjaga adab, bertutur kata dengan santun, serta memandang orang lain dengan kasih sayang, bukan merasa diri lebih mulia.

Jika niat baik dalam menyampaikan ilmu justru dianggap sebagai kesombongan, Buya Yahya menyarankan agar seseorang melakukan introspeksi diri. Bisa jadi cara penyampaian, pemilihan waktu, atau sikap yang ditunjukkan kurang tepat. Tuduhan dari orang lain hendaknya dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki diri, bukan justru membuat kita marah atau merasa paling benar.

Buya Yahya menegaskan bahwa dakwah bukanlah sarana untuk pamer atau mencari pujian manusia, melainkan untuk meraih rida dan kemuliaan di sisi Allah SWT. Karena itu, seseorang harus tetap ikhlas dan bersabar meskipun nasihatnya belum diterima oleh orang lain. Sebab, setiap usaha menyampaikan kebenaran dengan niat yang tulus tetap bernilai pahala di sisi Allah.