Memikirkan kehidupan di usia senja sejak dini menjadi salah satu kunci perjalanan Ratijo, pemilik Rumah Makan Jejamuran. Pria kelahiran 1944 ini memilih mempersiapkan masa tuanya dengan membangun usaha sendiri setelah menyadari tidak memiliki jaminan pensiun. Pada usia 54 tahun, ia meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan produksi jamur dan mulai menekuni budidaya jamur sebagai sumber penghasilan di masa depan.
Perjalanan tersebut tidak langsung berjalan mulus. Ketika berhasil memproduksi jamur, Ratijo justru menghadapi persoalan pemasaran karena masyarakat belum banyak mengetahui cara mengolah dan mengonsumsi jamur. Bahkan, sebagian masyarakat masih takut jamur dapat menyebabkan keracunan. Bersama istrinya, ia kemudian melakukan edukasi dari rumah ke rumah selama sekitar tiga tahun. Dari proses tersebut lahirlah Rumah Makan Jejamuran pada 2006, yang menjadi sarana memperkenalkan berbagai olahan jamur kepada masyarakat sekaligus mengembangkan usahanya.
Kisah Ratijo menjadi inspirasi bahwa mempersiapkan hari tua tidak harus selalu dengan mengandalkan anak. Dengan kemauan belajar, keberanian memulai, dan konsistensi, usaha yang dirintis sejak usia produktif dapat menjadi bekal untuk menjalani masa tua secara mandiri. Dari usaha sederhana menanam dan menjual jamur, Ratijo berhasil mengembangkan Jejamuran hingga memiliki area usaha yang luas, kebun, pabrik pengalengan, serta membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan orang.












