Bupati Kuningan mengapresiasi konsistensi Yayasan Hibar Budaya melalui Kopi Hawu dalam merawat seni, tradisi, dan budaya di tengah gempuran budaya luar. Menurutnya, keberadaan komunitas yang tetap peduli terhadap budaya menjadi hal penting, khususnya ketika perubahan zaman terus terjadi.
Ia menilai, selama seni dan budaya tetap dirawat, dimumule, dan diriksa oleh generasi muda, kekhawatiran terhadap lunturnya identitas budaya dapat diminimalkan. Meski perubahan tidak dapat dihindari, generasi muda diharapkan tidak melupakan sejarah, leluhur, serta tradisi dan budaya yang telah diwariskan.
Hal tersebut disampaikan dalam momentum Milangkala ke-6 Yayasan Hibar Budaya melalui Kopi Hawu. Bupati berharap peringatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus setia menjaga tradisi, mulai dari bahasa, adat, hingga sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur warisan leluhur.













