Gangguan asam lambung atau GERD menjadi salah satu keluhan pencernaan yang paling sering dialami masyarakat. Namun, masih banyak anggapan keliru yang menyebut GERD selalu disebabkan oleh kelebihan asam lambung. Padahal, pada sebagian kasus, keluhan justru dapat berkaitan dengan produksi asam lambung yang terlalu rendah atau tidak optimal.
Menurut penjelasan ahli, pH normal asam lambung berada pada kisaran 1,5 hingga 3,5. Produksi asam lambung yang menurun, atau dikenal sebagai hipoklorhidria (hypochlorhydria), dapat terjadi akibat penggunaan obat maag tertentu secara berlebihan atau terlalu sering. Kondisi ini berpotensi mengganggu fungsi alami lambung dalam mencerna makanan serta menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Asam lambung memiliki peran penting, tidak hanya untuk membantu proses pencernaan, tetapi juga sebagai bagian dari mekanisme perlindungan lambung. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengonsumsi obat penurun asam lambung tanpa anjuran tenaga medis. Jika keluhan maag atau GERD berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien












