Buya Yahya mengingatkan pentingnya menjaga ucapan dalam kehidupan rumah tangga, khususnya terkait kata cerai atau talak. Menurutnya, suami tidak boleh sembarangan mengucapkan kata cerai, baik ketika sedang marah, dalam keadaan serius, maupun sekadar bercanda. Sebab, ucapan talak yang jelas memiliki konsekuensi hukum dalam syariat Islam sehingga harus benar-benar dijaga.
Buya Yahya juga menekankan pentingnya ketelitian bagi para ustaz atau penasihat rumah tangga dalam memberikan penjelasan hukum perceraian. Setiap persoalan perlu ditelusuri dengan cermat, terutama mengenai kalimat yang sebenarnya diucapkan oleh suami, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Beliau mengibaratkan perceraian seperti tindakan operasi medis yang menjadi jalan terakhir ketika upaya memperbaiki hubungan tidak lagi memungkinkan. Dalam kondisi tertentu, perceraian dapat menjadi jalan untuk menghindari kemudaratan yang lebih besar.
Selain mengingatkan suami agar tidak mudah mengucapkan talak, Buya Yahya juga berpesan kepada para istri agar tidak mudah menuntut perceraian. Ia mengingatkan bahwa terdapat perkara yang tetap dianggap serius meskipun diucapkan sebagai candaan, di antaranya talak, memerdekakan budak, dan menikahkan seseorang. Karena itu, suami istri hendaknya menjaga ucapan, mengedepankan kesabaran, serta berusaha menyelesaikan persoalan rumah tangga dengan bijaksana sebelum mengambil keputusan untuk berpisah.
Sumber: Channel YouTube Al Bahjah TV










