Habib Novel Al Athos menyampaikan pentingnya mengajak orang lain kepada kebaikan tanpa mudah merasa kecewa. Kekecewaan sering muncul ketika seseorang berharap orang yang diingatkan langsung berubah, padahal tugas manusia hanyalah menyampaikan dan mengajak, sementara hidayah serta taufik merupakan kehendak Allah SWT.
Beliau menjelaskan, agar tidak mudah kecewa dalam berdakwah, setiap Muslim hendaknya menjalankan kewajibannya untuk mengingatkan sesama, disertai doa dan tawakal kepada Allah SWT. Hasil dari upaya tersebut perlu diserahkan kepada Allah tanpa memaksakan perubahan pada orang lain.
Menurut Habib, usaha mengajak kepada kebaikan tetap bernilai pahala meskipun orang yang diingatkan belum mengikuti ajakan tersebut. Bahkan, keteguhan dalam menyampaikan kebaikan meski menghadapi penolakan menjadi pengingat agar umat Islam terus berdakwah dengan ikhlas dan tidak hanya berorientasi pada hasil.












