Beranda / Informasi / Kenali Lapisan Tanah, Kunci Menjaga Kesuburan Lahan Pertanian

Kenali Lapisan Tanah, Kunci Menjaga Kesuburan Lahan Pertanian

Lapisan organik menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga kesuburan tanah. Lapisan ini terbentuk dari sisa-sisa tanaman, seperti daun yang jatuh dan kemudian diuraikan mikroorganisme hingga mengalami pelapukan atau dekomposisi. Hasil proses tersebut menjadi bahan organik dan mineral yang dapat dimanfaatkan tanaman sebagai sumber unsur hara. Ketebalan lapisan organik berbeda-beda di setiap wilayah, mulai dari beberapa sentimeter hingga beberapa meter. Salah satu contohnya adalah tanah gambut yang memiliki lapisan bahan organik tebal dan terbentuk melalui proses yang berlangsung selama ribuan tahun.

Dalam kegiatan pertanian, lapisan organik dapat semakin berkurang akibat pengolahan tanah secara terus-menerus. Aktivitas membajak dan membalik tanah dapat menyebabkan lapisan organik serta topsoil berpindah dari posisi semula. Karena itu, penambahan pupuk kandang, kompos, maupun pupuk organik padat diperlukan untuk mengembalikan bahan organik ke permukaan tanah. Selain menjadi sumber nutrisi, bahan organik juga membantu menjaga kondisi dan suhu tanah sehingga lebih mendukung pertumbuhan tanaman.

Di bawah lapisan organik terdapat Horizon A atau topsoil, yaitu lapisan tanah yang memiliki keseimbangan antara bahan organik dan mineral serta menjadi tempat utama perkembangan akar tanaman. Ketebalannya dapat bervariasi sekitar 5 hingga 30 sentimeter. Di bawahnya terdapat Horizon E yang pada tanah tertentu mengalami proses pencucian (leaching) akibat air hujan, sementara material yang tercuci dapat terakumulasi pada lapisan di bawahnya, termasuk Horizon B. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami struktur dan karakteristik setiap lapisan tanah agar pengelolaan lahan dan pemberian pupuk dapat dilakukan secara tepat.