Beranda / Informasi / Konsep Ayam Bahagia, Beternak Tetap Untung Tanpa Mengabaikan Kesejahteraan Ternak

Konsep Ayam Bahagia, Beternak Tetap Untung Tanpa Mengabaikan Kesejahteraan Ternak

Konsep ayam bahagia atau cage free mulai menjadi alternatif dalam budidaya ayam petelur karena mengedepankan kesejahteraan hewan tanpa mengurangi produktivitas. Untuk memperoleh predikat tersebut, peternakan harus memenuhi standar sertifikasi Global Food Partners, mulai dari kepadatan populasi ayam per meter persegi, ketersediaan tenggeran, tempat pakan, tempat minum, hingga sistem kandang yang memberikan ruang gerak bagi ayam. Pada peternakan ini, alas kandang menggunakan sekam padi karena memiliki daya serap tinggi, mudah diperoleh, ramah lingkungan, dan lebih ekonomis dibandingkan serbuk gergaji maupun jerami.

Konsep ayam bahagia diterapkan dengan memberikan kebebasan ayam untuk berperilaku alami, seperti mencakar tanah, bertengger, mengepakkan sayap, dan bergerak lebih leluasa. Selain didasari pertimbangan moral agar tidak mengeksploitasi hewan secara berlebihan, sistem ini juga dinilai lebih efisien dari sisi investasi kandang karena tidak memerlukan baterai seperti kandang konvensional. Meski demikian, produktivitas telur tetap tinggi, berkisar antara 84 hingga 92 persen, sehingga keuntungan usaha tetap dapat diperoleh.

Selain menghasilkan produksi telur yang kompetitif, sistem cage free juga terbukti mampu menekan angka kematian ayam. Pengelola peternakan mengungkapkan, saat masih menggunakan kandang baterai angka kematian mencapai ratusan ekor, sedangkan setelah beralih ke konsep ayam bahagia jumlah kematian turun drastis. Dengan kondisi ayam yang lebih sehat dan nyaman, konsep ini dinilai menjadi model peternakan berkelanjutan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan ternak