Keimanan harus diperkuat dengan mempelajari aqidah yang benar, karena banyaknya penyimpangan dalam masalah aqidah. Aqidah Ahlusunah wal Jama’ah, Asy’ariyah/Maturidiyah, sufiah/mengikuti ahli tasawuf, dan bermadzhab.
Di antara cirinya adalah meyakini sifat-sifat Allah (Sifat Dua Puluh), mencintai para sahabat Nabi, Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, serta dzuriyah Rasulullah ï·º.
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa Allah Maha mendengarkan (As Sami’) dan Maha Melihat (Al Basir). Karena itu, seorang mukmin hendaknya menjaga ucapan dan perbuatannya, baik di hadapan manusia maupun saat sendirian, karena tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan Allah Swt.
Selanjutnya, beliau mengajak jamaah untuk istiqamah mengamalkan dzikir dengan menghadirkan hati, bukan sekadar melafalkannya dengan lisan. Di antara amalan yang dianjurkan adalah membaca Wirdul Fatih (kumpulan dzikir yang disusun oleh Buya Yahya).






















