Selokan yang sebelumnya kurang produktif disulap menjadi kebun sayuran oleh warga. Beragam sayuran ditanam sehingga kawasan tersebut menjadi lebih hijau dan asri. Hasil panennya juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. Pengelola mengaku senang melihat tanaman yang ditanam dari benih tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Kebun tersebut juga menjadi ruang aktivitas dan interaksi warga. Ibu-ibu turut merawat tanaman hingga menikmati hasil panen. Warga yang membutuhkan sayuran diperbolehkan mengambil secukupnya sebagai bagian dari semangat berbagi. “Sedekah tidak harus berupa uang. Kalau ada warga yang membutuhkan sayuran, silakan mengambil,” ujar pengelola, dikutip dari program OASIS (Obrolan Asik, Seru dan Inspiratif) – Cerita Usaha.
Kebun dikelola kelompok tani beranggotakan 20 orang dengan sistem piket. Tiga anggota bertugas menyiram tanaman setiap sore pukul 16.00 WIB. Penanaman dan panen dilakukan bersama, sedangkan kerja bakti digelar setiap bulan. Kegiatan ini diharapkan mendorong kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan.











