CIMAHI – Kegiatan silaturahmi dan rapat kerja bersama para kepala desa, pengurus, serta dua kelompok tani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) digelar untuk membahas persoalan kekurangan air di area persawahan wilayah Cimahi. Pertemuan tersebut menjadi wadah koordinasi dalam mencari solusi agar kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi, terutama ketika curah hujan terbatas.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas strategi memanfaatkan musim hujan yang relatif singkat, sekitar enam bulan, agar petani dapat mengoptimalkan masa tanam dan meningkatkan hasil panen. Upaya yang didorong yakni memungkinkan petani melakukan dua kali tanam dan dua kali panen, disertai pengaturan pola tanam untuk menghadapi musim berikutnya. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga produktivitas pertanian meskipun ketersediaan air menjadi tantangan.
Sejumlah solusi turut dibahas, di antaranya perbaikan jaringan irigasi, pemanfaatan sistem irigasi pipanisasi, serta irigasi perpompaan untuk mendukung distribusi air ke lahan pertanian. Selain itu, petani didorong menerapkan teknik budidaya padi yang lebih efisien, seperti metode semai culik, semai karpet, maupun penanaman benih secara langsung tanpa melalui persemaian. Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan air dan mendukung keberlanjutan produksi pertanian di wilayah Cimahi.












