Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan program Kampung Sosial di Desa Tugumulya sebagai upaya mengubah konsep bantuan sosial dari sekadar pemberian menjadi pemberdayaan masyarakat. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan bantuan harus mampu mendorong masyarakat mandiri melalui usaha dan potensi yang dimiliki.
Program yang sejalan dengan Gema Sadulur ini melibatkan kolaborasi Pemkab Kuningan, Pemprov Jabar, BAZNAS, dunia usaha, perguruan tinggi, dan para dermawan. Pada kesempatan itu, Bupati juga mengumumkan alokasi sekitar 1.800 unit bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Kabupaten Kuningan tahun ini, termasuk bagi warga Desa Tugumulya.
Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menjelaskan Kampung Sosial menghadirkan layanan sosial langsung kepada masyarakat, termasuk sekitar 170 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Desa Tugumulya, melalui pendampingan, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan ekonomi agar mampu keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.
Dalam peluncuran tersebut diserahkan berbagai bantuan, seperti sembako, seragam sekolah, bibit ternak dan pertanian, sarana UMKM, alat bantu disabilitas, perlengkapan kebencanaan, serta fasilitas lingkungan. Usai acara, Bupati dan Kadinsos Jabar meninjau rumah PPKS dan mengikuti rapat koordinasi bersama kepala dinas sosial se-Jawa Barat untuk memperkuat sinergi program kesejahteraan sosial. Noneng berharap model Kampung Sosial dapat diperluas karena penanggulangan kemiskinan membutuhkan gotong royong semua pihak.










