Desa Penyangga Waduk Darma Tuntut Keadilan Kontribusi Wisata
Delapan desa penyangga di kawasan Waduk Darma, Kecamatan Darma, menuntut keadilan kontribusi dari objek wisata yang dikelola oleh PT Jaswita Jawa Barat. Warga menilai pengelolaan wisata selama ini lebih banyak menguntungkan Desa Jagara, sementara desa penyangga lainnya belum merasakan dampak ekonomi yang seimbang, padahal kawasan tersebut berada di wilayah mereka secara bersama.
Tuntutan tersebut telah disampaikan para kepala desa penyangga dalam beberapa waktu terakhir. Namun, pada Rabu, 18 Februari, dari delapan desa yang menyuarakan aspirasi hanya Desa Cikupa yang hadir dengan sekitar 50 orang masyarakat dari berbagai unsur untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
Kepala Desa Cikupa, Meli Pemilia, menegaskan akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakatnya kepada pihak Jaswita. Ia berharap ke depan ada kebijakan yang adil dan transparan sehingga manfaat ekonomi dari objek wisata Waduk Darma dapat dirasakan secara merata oleh seluruh desa penyangga di Kecamatan Darma.
