Peternak ayam petelur dengan konsep cage-free atau ayam bahagia menegaskan bahwa telur omega tidak ditentukan dari warna kuning telurnya, melainkan dari kandungan nutrisi yang berasal dari formulasi pakan. Menurutnya, seluruh jenis ayam, termasuk yang dipelihara dalam sistem kandang konvensional, dapat menghasilkan telur omega apabila diberikan pakan dengan komposisi yang tepat. Di peternakan tersebut, seluruh pakan diracik sendiri menggunakan bahan baku seperti jagung dari petani, bekatul dari penggilingan padi, serta bahan berkualitas lainnya untuk menghasilkan telur bernilai gizi tinggi.
Selain menjaga kualitas bahan baku, peternakan juga melakukan uji laboratorium guna memastikan kandungan omega dalam telur benar-benar sesuai standar. Langkah ini dilakukan agar konsumen tidak hanya menilai telur dari warna kuningnya yang oranye. Peternak mengingatkan bahwa tidak semua telur dengan warna kuning oranye merupakan telur omega, karena sebagian warna tersebut dapat dihasilkan dari penambahan pewarna pada pakan tanpa meningkatkan kandungan omega. Dengan pengujian laboratorium, kualitas gizi telur yang dipasarkan dapat dipastikan secara ilmiah.
Melalui penerapan sistem ayam bahagia dan pakan berkualitas, peternak berharap dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menghadirkan telur yang lebih sehat bagi masyarakat. Selain memberikan kesejahteraan bagi ayam, konsep ini juga dinilai mampu menghasilkan produk pangan yang berkualitas, aman, dan memiliki daya saing lebih tinggi di pasaran.












