Fokus Kepada Allah dan Memperbanyak Ibadah
Bersungguh-sungguh Memfokuskan Diri Kepada Allah swt Serta Memperbanyak Beribadah. Bagi seorang yang hendak menempuh jalan kepada Allah swt, hendaknya ia senantiasa menjauhi berbagai macam maksiat dan dosa, menjaga baik-baik segala fardhu dan perintah agamanya, selalu mendekatkan diri kepada Allah swt dengan memperbanyak amal-amal kebajikan, karena setiap orang tidak berbeda dari yang lain kecuali jika ia memfokuskan dirinya untuk mentaati Allah swt dan memperbanyak ibadahnya bagi Allah swt.
Hendaknya setiap orang yang menempuh jalan menuju Allah swt memperhitungkan baik-baik setiap hembusan nafasnya dan waktunya, sehingga ia tidak menghembuskan nafasnya dan mebuang waktunya sia-sia, agar ia selalu mendapat untung dari Allah swt untuk akhiratnya.
Hendaknya setiap orang yang menempuh jalan menuju Allah swt selalu mempunyai segala bentuk kebajikan yang ia lakukan secara rutin, tanpa meninggalkanya sedikitpun di waktu sulit maupun diwaktu luang. Hendaknya ia senantiasa memperbanyak membaca al-Qur’an dengan meresapi kandungannya dan membacanya secara pelan-pelan.
Hendaknya senantiasa mengagungkan Allah swt ketika ia membaca al-Qur’an, karena ia sedang bercakap-cakap dengan Allah swt bukan seperti yang dilakukan oelh orang-orang yang lalai dari Allah swt dengan suara keras dan lidah yang fasih, tetapi hati mereka kosong dari mengagungkan Allah swt.
Apalagi kalau ia berulang kali mengkhatamkan bacaan al-Qur’an, tetapi ia tidak dapat meresapi kandungannya, karena ia tidak mengerti artinya. Andai kata seoarang mengerti kandungan isi al-Qur’an tentunya ia akan mengamalkannya, karena ilmu tidak kan berguna jika tidak diamalkan oleh pemiliknya.
Jika seorang mengerti kandungan isi al-Qur’an dan ia tidak mengamalkannya, maka ia tidak berbeda dengan orang yang bodoh, sehingga al-Qur’an akan menghujat dirinya disisi Allah swt, tentunya orang bodoh akan lebih baik dari pada orang itu. Karena itu ada pepatah yang mengatakan “setiap ilmu yang tidak berguna bagimu, maka kebodohan lebih baik bagimu dari padanya.”
Karena itu, hendaknya setiap orang yang hendak menempuh jalan menuju Allah swt rajin bertahajud, karena sholat di waktu malam hari adalah waktu yang tidak ada kegiatan apapun antara seorang dengan sesamanya, sehingga ia dapat memfokuskan ibadahnya kepada Allah swt dengan rendah hati dan minta ampun.
Berdo’alah engkau kepada Allah swt dengan perasaan rendah hati dan butuh. Janganlah engkau lupakan beribadah di malam hari walaupun sesaat terutama di akhir malam, hendaknya engkau dalam keadaan berdzikir kepada Allah swt. (Iqbal Fauzi)
