Hidupkan 10 Hari Akhir Ramadhan dengan I’tikaf

Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, salah satunya melalui i’tikaf di masjid. Anjuran ini meneladani kebiasaan Rasulullah SAW yang senantiasa melaksanakan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga beliau wafat, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha. I’tikaf dilakukan sebagai bentuk kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia karena nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Lailatul qadr khairun min alfi syahr,” yang berarti malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Karena keutamaan inilah, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan memperbanyak amal kebaikan di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

I’tikaf sendiri bukan sekadar berdiam diri di masjid, melainkan momentum untuk menenangkan hati dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Di tengah kesibukan dunia, orang yang melaksanakan i’tikaf memilih datang ke rumah Allah, meninggalkan kenyamanan rumahnya, dan menghidupkan malam dengan ibadah. Melalui kegiatan seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta berdoa, diharapkan hati menjadi lebih tenang dan semakin dekat kepada Allah SWT

Klik