Nasihat Diri #93
“Jika melihat orang lain bermaksiat, bencilah prilakunya, bukan benci orangnya. Caranya adalah dengan ingkar terhadap kemaksiatannya kemudian berusaha semaksimal mungkin untuk menghentikan kemaksiatan tersebut dengan cara terbaik.”

Ketika melihat orang lain melakukan kemaksiatan, sikap yang benar adalah membenci perbuatannya, bukan membenci orangnya. Setiap manusia memiliki potensi untuk salah sekaligus peluang untuk berubah. Dengan memisahkan antara perilaku dan pelakunya, hati tetap terjaga dari kebencian, sementara kepedulian dan kasih sayang tetap hidup. Sikap ini membantu kita tetap adil dan tidak mudah menghakimi.
Upaya mengingkari kemaksiatan hendaknya dilakukan dengan cara terbaik dan penuh hikmah. Menasihati dengan lembut, memberi contoh yang baik, atau mendoakan kebaikan adalah bagian dari ikhtiar menghentikan kemaksiatan sesuai kemampuan. Tujuannya bukan untuk merendahkan, tetapi untuk mengajak kembali kepada jalan yang benar. Dengan pendekatan yang bijak, penolakan terhadap kemaksiatan dapat menjadi pintu perbaikan, bukan sumber permusuhan.
