BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Cenderung Lebih Kering
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau 2026 di Indonesia akan dimulai secara bertahap sejak April hingga Juni 2026. Pergantian musim ini berkaitan erat dengan peralihan angin monsun Asia ke monsun Australia. Dari total 699 zona musim di Indonesia, sebanyak 144 zona musim diperkirakan memasuki musim kemarau pada April 2026, terutama di wilayah pesisir utara Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sulawesi Selatan.
Pada Mei 2026, sekitar 184 zona musim diprediksi mulai mengalami musim kemarau, mencakup sebagian Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara itu, 163 zona musim lainnya diperkirakan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, terutama di sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologi, sebanyak 46,5 persen zona musim diprediksi mengalami awal kemarau lebih cepat dari biasanya, 24,7 persen normal, dan 10,3 persen lebih lambat.
BMKG juga memperkirakan sifat musim kemarau 2026 didominasi kondisi bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Sebanyak 64,5 persen zona musim diprediksi mengalami kemarau lebih kering, 35 persen berada dalam kondisi normal, dan hanya sebagian kecil yang berpotensi lebih basah. Wilayah yang perlu mewaspadai kekeringan meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi ini berpotensi memengaruhi ketersediaan air, sektor pertanian, dan meningkatkan risiko kebakaran lahan.
