Dari Aceh ke Kuningan, Azhari Pelajari Budidaya Ikan Dewa yang Terancam Punah

Budidaya ikan dewa di Kabupaten Kuningan dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ikan yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat ini dibudidayakan melalui proses pemijahan dengan metode semi-alami maupun semi-buatan, termasuk penyuntikan hormon perangsang pada indukan. Di Kuningan, ikan dewa tidak dikonsumsi, melainkan difokuskan untuk konservasi dan restocking di kolam-kolam keramat.

Ketertarikan terhadap ikan dewa membawa Azhari, mahasiswa Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Aceh asal Aceh Timur, datang langsung ke Kuningan. Ia sengaja menimba ilmu mengenai teknik budidaya ikan dewa karena di daerah asalnya ikan tersebut justru dikonsumsi sehari-hari dan kini mulai sulit ditemukan. Perbedaan perlakuan terhadap ikan dewa di Aceh dan Kuningan menjadi alasan utama Azhari mendalami sistem budidaya yang telah berhasil diterapkan di Jawa Barat.

Azhari berharap pengetahuan yang diperolehnya dapat diterapkan di Aceh sebagai upaya menjaga kelestarian ikan dewa yang kian terancam punah. Menurutnya, pengembangan budidaya ikan dewa bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan sumber daya perikanan di daerahnya.

Klik