Desa Muncangela Manfaatkan Lahan Tidak Produktif untuk Kebun Alpukat
Pemerintah Desa Muncangela, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Enco Carsa, melakukan terobosan dalam pemanfaatan lahan desa yang tidak produktif. Melalui program inovatif, desa mengembangkan kebun alpukat di atas lahan seluas 40 x 14 meter persegi, yang seluruhnya dibiayai dari Dana Desa.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menciptakan Desa Alpukat Muncangela, dengan visi jangka panjang agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam empat tahun ke depan, baik di bidang kesehatan maupun ekonomi.
“Penanaman alpukat ini bukan hanya untuk memperindah lahan kosong, tapi sebagai investasi masa depan. Ketika pohon-pohon ini mulai berbuah, kami berharap masyarakat terbiasa mengonsumsi alpukat karena kandungan nutrisinya yang baik bagi kesehatan,” ujar Enco Carsa.
Selain manfaat kesehatan, potensi ekonomi dari hasil panen alpukat juga menjadi perhatian utama. Melimpahnya produksi buah alpukat diharapkan mampu menambah penghasilan warga sekitar serta membuka peluang usaha baru berbasis pertanian hortikultura.
Dengan inovasi ini, Pemerintah Desa Muncangela berharap mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pemanfaatan Dana Desa untuk program jangka panjang yang berkelanjutan.
