Isra Mi’raj, Kado Istimewa Allah dan Momentum Menjaga Shalat

Peristiwa Isra Mi’raj merupakan kado istimewa dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW setelah beliau ditinggal dua orang terkasih, istri tercinta Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib. Masa tersebut dikenal sebagai Tahun Kesedihan (‘Amul Huzn), di mana Rasulullah menghadapi ujian berat dalam dakwah. Di tengah kesedihan itu, Allah memuliakan Nabi dengan perjalanan Isra Mi’raj sekaligus menghadiahkan kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam.

Shalat menjadi ibadah utama yang diterima Rasulullah secara langsung tanpa perantara, menegaskan kedudukannya sebagai tiang agama dan penghubung antara hamba dengan Allah SWT. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga anugerah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran serta keikhlasan.

Ustadz Ahmad Dimyati mengingatkan bahwa masih banyak orang tua di masa kini yang kurang memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya, sehingga tidak sedikit anak yang belum mampu melaksanakan shalat dan mengaji dengan baik. Melalui momentum peringatan Isra Mi’raj, umat Islam diharapkan kembali meneguhkan komitmen menjaga shalat serta meningkatkan pembelajaran agama, khususnya di lingkungan keluarga, demi membentuk generasi yang berakhlak dan beriman.

Klik