Kisah Inspiratif, Tiga Mahasiswa Bangun Integrated Farming di Pekarangan Kontrakan

Tiga mahasiswa, Taufiq Azhari yang akrab disapa Ziari, Fatur, dan Muhammad Asrul memanfaatkan pekarangan rumah kontrakan mereka sebagai sistem integrated farming untuk mewujudkan ketahanan pangan mandiri. Ziari merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Fatur menekuni bidang Manajemen di UAD, sementara Muhammad Asrul berasal dari jurusan Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Wates.

Dalam praktiknya, Muhammad Asrul berperan sebagai pengelola utama operasional sistem integrated farming di kontrakan tersebut. Ia menjalankan seluruh siklus mulai dari kebun sayur, ternak ayam, kolam lele, hingga budidaya maggot yang saling terhubung satu sama lain. “Asrul yang fokus mengelola siklusnya, dari kebun, ayam, lele sampai maggot. Semua saling terintegrasi,” ujar Ziari.

Ziari menjelaskan, gagasan ini berangkat dari keinginan membantah stigma bahwa berkebun dan beternak di rumah hanya cocok dilakukan oleh orang tua. “Kami ingin mengubah pola pikir itu. Justru anak muda yang ‘pensiun lebih awal’ dari ketergantungan pasar itu lebih bagus. Pangan aman, finansial juga aman. Jadi kita tidak pusing kalau harga telur atau sayuran naik,” katanya. Menurut mereka, membangun ketahanan pangan rumah tangga menjadi salah satu solusi nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi sejak dini

Klik