Kuningan Genjot Potensi Hortikultura, Kopi Arabica Ciremai Unjuk Gigi di Kancah Internasional
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan melalui Bidang Hortikultura terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya, dengan fokus utama pada komoditas hortikultura. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menstabilkan harga pangan, terutama pada komoditas yang rentan terhadap inflasi seperti bawang dan cabai.
Selain fokus pada tanaman hortikultura, Kabupaten Kuningan juga memiliki potensi perkebunan yang menjanjikan. Komoditas unggulan seperti pala, cengkeh, dan kopi yang dikenal dengan akronim “Paceko” menjadi andalan daerah.
Memasuki tahun 2025, kopi didaulat menjadi komoditas unggulan dengan beragam jenisnya, mulai dari robusta hingga arabica. Pemerintah Kabupaten Kuningan juga tengah berupaya untuk mendapatkan Indikasi Geografis (IG) bagi kopi khasnya, yaitu Kopi Arabica Warga Ciremai.
Kabar membanggakan datang dari Bidang Hortikultura, di mana Kabupaten Kuningan terpilih menjadi perwakilan Jawa Barat untuk kategori UMKM Kopi Arabica dalam ajang bergengsi World of Coffee. Acara yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada tanggal 15 hingga 17 Mei 2025 ini mempertemukan para pengusaha kopi dari berbagai negara serta penikmat kopi dari dalam dan luar negeri.
Kepala Bidang Hortikultura, Bapak Andi, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Terpilihnya Kuningan sebagai perwakilan Jawa Barat dalam ajang World of Coffee merupakan kebahagiaan tersendiri. Ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi kopi arabica Ciremai ke pasar yang lebih luas,” ujarnya. Kehadiran Kuningan di ajang internasional ini diharapkan dapat membuka peluang kerjasama dan investasi lebih lanjut di sektor perkopian, sekaligus mengangkat nama daerah sebagai produsen kopi berkualitas.
