MEMAKNAI PERINGATAN MAULID NABI SECARA SESUNGGUHNYA

Sahabat, saat ini kita berada dalam bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Banyak kita jumpai acara Maulidan yang dilaksanakan di mushola, masjid, majelis taklim, pondok pesantren, di rumah-rumah dan tempat lainnya.

Namun yang perlu kita ingat adalah bahwa hal itu bukan hanya sekedar seremonial atau rutinitas semata akan tetapi jadikan sebagai “batu loncatan” atau sarana untuk lebih mengenal Nabi, lebih mengenal dan mengamalkan syari’at Nabi.

Kadang sering kita jumpai, orang mengadakan acara maulidan tapi didalamnya ada beberapa pelanggaran sunah Nabi, misalnya masih makan minum sambil berdiri atau dengan tangan kiri padahal tanpa ada udzur/halangan sedikitpun.

Memang secara hukum hal tersebut tidaklah harom jika dilakukan, namun yang perlu di ingat adalah kita ini mengadakan acara maulid bukan hanya seremonial saja tetapi ingat kembali tujuannya untuk apa.

Maka, mari kita betul-betul memanfaatkan momen ini lebih serius lagi, bukan hanya sekedar rutinitas tahunan saja. Berbenah niat dan menghadirkan hati saat merayakannya itu akan lebih membawa efek besar dalam kehidupan sehari-hari.

Niatkan juga mengadakan acara maulid adalah untuk mengagungkan Nabi, bukan mengagungkan penyelenggara acara atau lainnya. terkadang bisikan syetan itu halus untuk memalingkan niat yang lurus menjadi niat yang salah.

Ini bukan untuk mengoreksi siapa-siapa, tapi untuk mengoreksi pribadi kita 😊

Klik