SMPN 6 Kuningan Disiapkan Jadi Sampel Rintisan Sekolah Rakyat, Fokus untuk Warga Miskin
Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program sekolah rakyat. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Asda I, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang Mutu, serta Kepala Dinas Sosial, telah disepakati bahwa SMP Negeri 6 akan menjadi lokasi rintisan program sekolah rakyat di Kabupaten Kuningan.
Meski bangunan permanen sekolah ini nantinya akan dibangun di wilayah Luragung, proses pembelajaran sementara akan dilakukan di SMPN 6 Kuningan. Kepala Dinas Sosial menjelaskan bahwa program ini merupakan kerja kolaboratif antar-lini sektor, di mana Disdik menyediakan SDM dan lokasi, Dinas PU mendesain infrastruktur, dan Dinas Sosial bertanggung jawab secara administratif.
“Surat resmi dari Bupati sudah ada. Kita sedang mengajukan 4 rombel, terdiri dari 3 rombel untuk tingkat SMP dan 1 rombel untuk SD,” ujar Kadinsos. Rombongan belajar ini ditargetkan untuk menampung anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2, yakni kelompok masyarakat sangat miskin dan miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSN). Total jumlah warga dari dua desil ini di Kuningan mencapai 58.000 jiwa.
Pada pertemuan dengan para guru dan orang tua siswa di SMPN 6, seluruh pihak menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penunjukan sekolah tersebut sebagai sekolah rakyat. Program ini ditargetkan mulai beroperasi pada bulan September 2025, sejalan dengan arahan dari Kementerian
