Telaga Suryan Makin Diminati, Pengelola Rencanakan Pengembangan Wisata Baru

Di balik berkembangnya destinasi wisata Telaga Suryan di Kabupaten Kuningan, terdapat sosok Abul, pengelola yang telah mengabdikan dirinya sejak awal berdirinya objek wisata tersebut. Sebelum terjun mengelola Telaga Suryan, Abul berprofesi sebagai pengojek. Ia mulai menangani kawasan ini pada tahun 2003–2004, saat wisata alam belum menjadi tren seperti sekarang.

Nama Telaga Suryan sendiri berasal dari penamaan di peta peninggalan Belanda, yang kemudian dipertahankan hingga saat ini. Seiring waktu, geliat wisata alam mulai meningkat, terutama setelah destinasi Tenjo Laut ramai pada tahun 2017.

Saat ini, Telaga Suryan berada di bawah naungan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan dikelola oleh 25 karyawan. Destinasi ini menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari pemandangan alam, area camping, kuliner, hingga aktivitas wisata alam lainnya.

Dari sisi fasilitas, pengunjung dapat menikmati area yang aman dan nyaman dengan adanya mushola, gazebo, WC, serta deretan warung. Harga tiket masuk ditetapkan sebesar Rp15.000.

Dalam hal promosi, pihak pengelola menjalin kerja sama dengan para selebgram untuk memperkuat jangkauan publikasi. Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama faktor cuaca yang kerap memengaruhi jumlah kunjungan.

Ke depan, Abul dan tim berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai jenis wisata baru agar Telaga Suryan semakin menarik

Klik