Tinggalkan Karier Korporasi, Alvius A Ahmad Pilih Slow Living dan Bertani di Desa
Alvius A Ahmad atau yang akrab disapa Pak Iyus mengaku pernah menjalani pekerjaan di lingkungan korporasi dengan tingkat tekanan kerja yang tinggi. Sebagai analis yang sehari-hari bergelut dengan target dan pengelolaan anggaran, ia harus bekerja hingga larut malam. Meski kondisi fisik lelah, ia justru mengalami kesulitan tidur dan sempat merasakan nyeri di bagian dada yang membuatnya memeriksakan diri ke rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan, kondisi jantungnya dinyatakan sehat. Namun setelah dilakukan wawancara terkait pola kerja dan aktivitas sehari-hari, dokter menyimpulkan bahwa keluhan yang dialaminya dipicu oleh stres kerja. Pengalaman tersebut menjadi titik refleksi bagi Pak Iyus untuk menilai kembali keseimbangan antara penghasilan, kesehatan, dan kualitas hidup yang dijalaninya.
Berangkat dari pengalaman itu, Pak Iyus akhirnya memutuskan meninggalkan ritme kehidupan yang penuh tekanan dan memilih menjalani konsep slow living di desa. Ia menekuni aktivitas pertanian sambil menikmati suasana yang lebih tenang dan dekat dengan alam. Menurutnya, hidup di desa memberinya kesempatan untuk beristirahat dengan cukup, menjaga kesehatan, serta memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk keluarga di masa depan.
