BERUNTUNGLAH ORANG YANG ASING DAN MAKNA IHSAN

Majelis Shalawat RadioQu Bersama Ust. Ahmad Dimyati, Lc., MA | Madrasah Ummi Sukamukti

Ringkasan Tausiyah :
Mari kita awali dengan rasa syukur kepada Allah bahwa kita masih dikehendaki untuk membasahi lisan untuk berdzikir, menyanjung nabi Muhammad Saw, ini adalah nikmat besar dari Allah SWT. Diluar sana banyak yang mempergunakan lisannya untuk mengucapkan kata yang kasar, mencaci maki.

Setiap tempat yang digunakan untuk berdzikir maka akan memberikan kesaksian bahwa hamba tersebut yang layak membawa kemuliaan.

Akan datang suatu zaman ketika seseorang yang berdzikir, hadir majelis akan dianggap aneh, Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing. Maka beruntunglah bagi orang yang asing, jangan berkecil hati ketika ada yang menganggap asing.

Majelis Shalawat agar bisa sambung dan mengenal nabi Muhammad Saw. Bagaimana kita tau bahwa kita telah sambung dengan Nabi Muhammad Saw, bisa dilihat dengan perilaku kita sesuai dengan langkah nabi atau tidak, termasuk dalam hal akhlak, Akhlak dalam berbisnis, akhlak kepada orang tua, akhlak kepada sesama.

Ada sebuah berita yang mengabarkan, seorang anak perempuan usia 10 tahun menginap di teman laki-lakinya, kemudian melakukan suatu yang hina (zina). Setelah kejadian tersebut di interogasi dan ditanyakan oleh dokter dan ditanyakan kepada anak perempuannya, apakah menyesal melakukan tersebut, dijawab : tidak, justru ini adalah pengalaman, hal ini sungguh mengejutkan.

Tanamkan dalam diri sifat ihsan, diantara makna ihsan dalam kehidupan
. Berbuat segala sesuatu seakan dilihat oleh Allah Swt
. Melakukan sesuatu yang baik
. Memperbaiki niat apapun
. Ihsan dalam mengatur waktu, kapan waktunya belajar, istirahat, bekarja, bersenang-senang
. Ihsan dalam hak Allah, bagaimana kita beribadah secara sungguh-sungguh, jangan alakadarnya
. Ihsan berkaitan dengan hamba Allah, kepada orang tua, kepada guru, kepada anak dan lainnya

Semoga kita bisa mengamalkan makna ihsan secara sesungguhnya, Aamiin

Klik