Penggemukan Ternak Dinilai Efektif, Alumni UGM Kembangkan Sistem Kemitraan Modern
Lukman Hakim, alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada angkatan 2009, mengembangkan usaha peternakan modern melalui sistem penggemukan ternak dan kemitraan. Usaha yang dirintis sejak 2010 tersebut berawal dari pengalaman berjualan kambing saat masih kuliah hingga akhirnya berkembang menjadi usaha peternakan yang lebih profesional dan terstruktur.
Dalam menjalankan usaha penggemukan ternak, Lukman menilai penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan pengawasan menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas ternak. Setiap tahapan, mulai dari pemberian pakan, penyuntikan, hingga perawatan kesehatan dilakukan secara terukur agar proses penggemukan berjalan optimal. Masa penggemukan sendiri dinilai relatif cepat, yakni sekitar 45 hingga 60 hari hingga ternak siap dipasarkan.
Selain penggemukan, usaha peternakan yang dijalankannya juga menerapkan sistem breeding atau pembibitan untuk menghasilkan bibit ternak unggul. Melalui pola kemitraan, masyarakat yang ingin beternak namun terkendala modal maupun lahan dapat ikut terlibat dalam usaha peternakan. Menurutnya, pola tersebut tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan yang dikelola secara modern dan profesional
