Ubah Limbah Tahu Jadi Pupuk Organik Cair, Inovasi Pemuda Kuningan Tembus Pasar Dua Provinsi
KUNINGAN – Inovasi anak daerah kembali mengharumkan nama Kabupaten Kuningan di kancah regional. Berawal dari keprihatinan terhadap pencemaran lingkungan, Rifal Mahendra, seorang pemuda asal Desa Cipasung, Kecamatan Darma, sukses mengolah limbah cair pabrik tahu menjadi produk bernilai guna tinggi berupa Pupuk Organik Cair (POC) bernama Darbion Plus.
Inovasi lingkungan yang dirintis oleh Direktur CV Agrobion Sejahtera ini dimulai sejak masa pandemi Covid-19 pada tahun 2019 lalu. Berkat ketekunan dan formula yang tepat, usaha tersebut kini berkembang pesat hingga mendapat perhatian langsung dari Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos, yang meninjau langsung lokasi pabrik pada Kamis (21/5/2026).
“Alhamdulillah kunjungan Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan. selama ini selalu mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Kuningan,” ujar Rifal Mahendra saat ditemui di lokasi pabrik.
Rifal menceritakan, ide pembuatan Darbion Plus murni lahir dari keresahan warga sekitar. Selama bertahun-tahun, limbah cair dari industri tahu rumahan di desanya dibuang begitu saja tanpa pengolahan, sehingga mencemari ekosistem lingkungan.
“Dulu di desa ini ada pabrik tahu, limbah cairnya menjadi pencemaran lingkungan. Akhirnya kami melakukan riset, memanfaatkan, dan mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik yang bermanfaat besar bagi dunia pertanian,” jelasnya.
Produk Darbion Plus memiliki keunggulan fleksibilitas tinggi karena dapat diaplikasikan ke berbagai jenis tanaman, mulai dari padi, palawija, hingga komoditas hortikultura. Selain terbukti mendongkrak produktivitas hasil panen, pupuk ini menjadi solusi konkret dalam mendukung program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.
Meski komersialisasi dan produksinya baru berjalan efektif sekitar tiga tahun terakhir, jangkauan pasar Darbion Plus telah menembus 12 kabupaten di dua provinsi besar. Untuk wilayah Jawa Barat, pupuk lokal Kuningan ini telah terserap di pasar Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon, hingga Majalengka. Sementara untuk wilayah Jawa Tengah, produk ini telah masuk ke Demak, Grobogan, Ngawi, Sragen, dan Karanganyar.
Keberhasilan ekspansi pasar ini, diakui Rifal, tidak lepas dari sinergi dan asistensi yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait.
“Alhamdulillah Dinas Pertanian sangat mendukung. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga sejalan dengan misi pemerintah dalam menggalakkan pertanian organik yang aman bagi alam,” tambahnya.
Melalui inovasi Darbion Plus, Rifal berharap sektor pertanian di Kabupaten Kuningan bisa melompat lebih jauh dan menjadi pelopor pertanian berbasis organik di Jawa Barat.
“Harapan ke depan, kami ingin para petani, khususnya di wilayah Kuningan, bisa lebih maju, mandiri, dan lebih fokus mengembangkan potensi dunia pertanian lokal,” pungkas Rifal.
