Rumah Hijau Optimalkan Pekarangan 400 Meter Persegi untuk Penuhi Kebutuhan Pangan Keluarga

Pemilik Rumah Hijau, Yuli Nuryati, sehari-hari mengelola pekarangan samping rumahnya agar menjadi lahan yang produktif. Dengan luas sekitar 400 meter persegi, pekarangan tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi kebun yang menyuplai kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan penghalang selama dikelola dengan tepat dan berkelanjutan.

Dalam praktiknya, Rumah Hijau menerapkan konsep pertanian terintegrasi dengan menggabungkan tanaman pangan, peternakan ayam, dan budidaya lele. Pendekatan ini memungkinkan kegiatan berkebun dilakukan tanpa biaya besar. Berbagai fasilitas yang ada dimanfaatkan secara optimal, termasuk penggunaan kandang berbasis kompos dengan bahan-bahan sederhana, sehingga limbah dari peternakan dapat diolah kembali untuk mendukung kesuburan kebun.

Selain itu, seluruh pupuk dan pestisida yang digunakan berasal dari bahan alami. Limbah dapur dan limbah organik lainnya dimanfaatkan sebagai pupuk, sementara pengendalian hama dilakukan dengan pestisida nabati. Yuli menekankan bahwa seluruh proses ini selaras dengan alam. “Semua berasal dari alam dan kembali ke alam. Ketika kita merawat alam dengan baik, hasilnya akan kembali kepada kita, bahkan manfaatnya bisa dirasakan oleh orang lain,” tutupnya.

Klik