Budidaya Ayam Kampung Jadi Jalan Kru RadioQu Penuhi Gizi Keluarga

Di tengah kesibukannya sebagai kru penyiar di RadioQu Kuningan, Iqbal Fauzi berhasil memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan yang produktif dan bermanfaat: budidaya ayam kampung skala rumahan. Kegiatan ini tidak hanya untuk mengisi waktu, tetapi juga menjadi solusi pemenuhan kebutuhan protein harian keluarganya.

Iqbal mengaku bahwa dorongan awalnya memelihara ayam kampung berasal dari kebiasaan anaknya yang rutin mengonsumsi telur. “Anak saya suka makan telur, jadi terpikir untuk beternak sendiri,” ujarnya.

Usaha ternak tersebut dimulai pada awal Maret lalu, dengan hanya 4 ekor ayam—3 indukan dan 1 jantan. Kini, jumlah populasi ayam di kandangnya telah berkembang pesat menjadi sekitar 60 ekor, terdiri dari 17 indukan dan 3 jantan.

Dalam proses belajar dan mengelola peternakannya, Iqbal mengaku banyak terinspirasi dari konsep kandang kastari milik Yoso Farm. Ia juga mengikuti bimbingan dari Bayu BSM yang dikenal dengan metode budidaya ayam kampung sistem “10+1”.

Tujuan utama dari usaha ini adalah untuk mencukupi kebutuhan protein keluarga secara mandiri, sekaligus membuka peluang usaha kecil. Hingga saat ini, budidaya yang ia jalankan terus berkembang. Ia berharap selain bermanfaat untuk keluarga, usahanya juga bisa menginspirasi warga lain untuk memanfaatkan lahan dan waktu luang secara produktif.

Klik