Catatan Kajian Kitab Risalah Adab Sulukil Murid
Rabu 20 Muharram 1447 / 16 Juli 2025
Bersama Ust. Muhammad Sholeh :
. Mengkaji ilmu tasawuf/pembersih hati itu bukan hanya sekedar menuntaskan pembahasan tapi bagaimana kita mengamalkannya, seperti makan kalau hanya dibicarakan saja tidak dimakan ya tidak akan kenyang
. Usahakan mencari teman yang lebih tinggi dari ibadahnya, rohaniahnya agar kita terbawa lebih mulia
. Carilah guru yang sholeh, yang bisa membimbing, memberi nasihat, mengetahui hukum syari’at minimal tentang kewajiban-kewajiban syukur-syukur yang menguasai bidang syar’iat, yang sudah sampai hakikat, cerdas, lapang dada, bagus siasatnya, bisa membedakan watak atau keadaan seseorang, terkadang tegas terkadang lembut sesuai situasi kondisi
. Carilah guru dengan sungguh-sungguh, jika sudah dapat maka berpeganglah kepada beliau, teladani beliau dari ucapan serta prilakunya
. Janganlah kita menentang guru secara lahir dan batin, jangan juga melanggar secara terang terangan atau tersembunyi
. Jika ada hal yang kurang srek/pas kepada guru maka hilangkan secara sungguh-sungguh, jika masih ada, menghadaplah kepada guru tersebut untuk meluruskan perasaan tersebut
. Ada satu kisah, Imam Sya’roni yang melakukan perjalanan rohani untuk kenal Allah Swt tanpa guru, namun perjalanan tersebut terhitung lama untuk sampai kepada kenal Allah Swt, setelah beliau dibimbing oleh Syekh Ali Al Khowas maka perjalanannya lebih cepat
. Harus ada guru yang benar benar membimbing rohani kita agar sampai atau kenal kepada Allah Swt
