Dari Jagal Jadi Juragan Sop Sapi, Bukti Ada Kemauan Ada Jalan
Kisah inspiratif datang dari Dadang Bajir (45), warga Desa Kedungarum, Kabupaten Kuningan, yang dulunya berprofesi sebagai jagal daging sapi. Melihat penurunan daya beli masyarakat dan ketatnya persaingan di pasar daging, Dadang memutuskan untuk banting setir menjadi penjual kuliner sop sapi yang kini digandrungi.
Memanfaatkan lahan pribadi berukuran 3×4 meter, Dadang memulai usaha sop sapi dengan menu andalan iga, kikil, dan buntut. Resep istimewa yang menjadi kunci kelezatan sopnya merupakan kreasi sang istri dan telah dirintis sejak tahun 2019. Sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, semangat Dadang tak luntur dan ia kembali membuka usahanya pada tahun 2023.
Perjuangan di awal penjualan tak mudah. Dadang bercerita, di masa-masa awal ia hanya mampu menjual maksimal 10 porsi sop dalam sehari. Namun, berkat ketekunan dan kualitas rasa yang terjaga, usaha Dadang kini berkembang pesat. “Alhamdulillah, sekarang bisa menjual sampai 80 porsi per hari,” ungkap Dadang dengan rasa syukur.
Harga yang ditawarkan Dadang pun sangat bersahabat dengan kantong masyarakat, yaitu Rp 13.000 per porsi untuk sop saja, dan Rp 18.000 jika ditambah nasi. Strategi harga yang terjangkau ini terbukti efektif menarik minat pembeli dari berbagai kalangan.
Kisah Dadang ini menjadi bukti nyata bahwa di mana ada kemauan dan usaha yang gigih, di situ pasti ada jalan keluar. Keberhasilannya dalam mengubah haluan profesi tak hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarganya, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan ekonomi.
