Khairul Amri: Menjahit, Mendengar, dan Berbagi Lewat Radio
Khairul Amri, warga Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan (RT 001 RW 001), sudah akrab dengan dunia radio sejak awal pandemi 2019. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjahit ini mengaku mulai rutin mendengarkan siaran setelah sang istri lebih dulu gemar mengikuti program keagamaan. Dari situlah ia tertarik, terutama karena sering mendengar kajian Bu Yahya yang disiarkan secara rutin.
Menurut Khairul, banyak manfaat yang ia rasakan selama mendengarkan radio, mulai dari tambahan ilmu agama hingga motivasi untuk lebih giat beribadah. Ia menilai para penyiar mampu menyampaikan siaran yang menyejukkan dan membangun semangat. “Ibadah jadi lebih intens, karena siaran radionya selalu mengingatkan dan memotivasi,” tuturnya.
Salah satu program yang paling berkesan bagi Khairul adalah IBABE (Infak Barang Bekas). Ia menilai program itu menjadi cara sederhana untuk beramal dan membantu operasional radio. “Awalnya mau dijual, tapi kalau diimpakkan ke radio bisa jadi amal dan bantu siaran terus jalan. Jadi manfaatnya lebih banyak,” ujarnya.
