Menyambut Tahun Baru Islam 1447 H: Bukan Sekadar Angka, Namun Momentum Muhasabah Diri

Pergantian tahun baru Islam selalu menjadi lebih dari sekadar pergeseran angka dan bulan dalam kalender. Ia adalah peristiwa penting yang berkaitan erat dengan syariat Islam, menggunakan sistem penanggalan Hijriah yang memiliki makna mendalam bagi umat Muslim.

Setiap tahunnya, jutaan umat Islam di seluruh dunia menyambut pergantian tahun baru Hijriah dengan beragam kegiatan spiritual. Mulai dari dzikir, doa bersama, tausyiah, hingga parade pawai taaruf yang meriah, semua dilakukan untuk menghidupkan momentum sakral ini di lingkungan masing-masing. Berdasarkan hisab, pergantian tahun baru Islam 1447 Hijriah akan jatuh pada Kamis, 26 Juni 2025.

Menanggapi berbagai cara umat Islam merayakan pergantian tahun ini, Ust. Ahmad Fauzan menjelaskan bahwa menghidupkan tahun baru Islam dengan kegiatan seperti dzikir, doa bersama, dan tausyiah diperkenankan dan tidak ada larangan sama sekali. Pandangan ini bertentangan dengan sebagian pendapat yang mungkin menganggapnya sebagai bid’ah.

Ust. Ahmad Fauzan lebih lanjut menuturkan bahwa praktik berdoa dan berdzikir dapat dilaksanakan kapan saja, sebab ada dzikir yang terikat waktu dan ada pula yang tidak. Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang baik dan penuh muhasabah diri, berharap agar tahun-tahun yang akan datang menjadi lebih baik

Klik