Penyuluh Pertanian Dorong Regenerasi Petani di Gunung Sirah dan Situsari
Gunung Sirah – Situsari, kawasan yang dikenal dengan beragam hasil pertanian hortikultura, kopi, dan tembakau, kini menghadapi tantangan regenerasi petani. Hal itu disampaikan oleh Ahlan, Penyuluh Pertanian Wilayah Gunung Sirah dan Situsari. Menurutnya, sebagian besar petani di wilayah tersebut sudah berusia lanjut, sementara minat generasi muda untuk melanjutkan usaha tani masih minim.
Selain itu, Ahlan juga menyoroti rendahnya penerapan teknologi tepat guna di kalangan petani. Dari pengamatannya, baru sekitar 25 hingga 30 persen petani yang mulai menggunakan teknologi dalam aktivitas pertanian. Kondisi ini dinilai menjadi hambatan dalam peningkatan produktivitas dan daya saing hasil pertanian.
“Yang utama itu regenerasi petani, karena kalau saya lihat sekarang petaninya sudah pada tua. Kemudian dalam hal penerapan teknologi pertanian juga masih sulit,” jelasnya. Ia berharap ke depan, masyarakat pertanian di Gunung Sirah dan Situsari bisa lebih terbuka dalam memanfaatkan teknologi modern untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di daerah tersebut.
