Peternak Ayam Kampung Elba Terapkan Sistem Terpadu Ramah Lingkungan
Peternak ayam kampung Elba mengembangkan sistem usaha terpadu dengan menggabungkan konsep peternakan dan pertanian dalam satu siklus produksi. Dalam sistem ini, ayam kampung tidak hanya menghasilkan telur dan daging, tetapi juga limbah kotoran (kohe) yang dikelola secara terintegrasi. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi persoalan bau dan pencemaran lingkungan yang kerap menjadi tantangan utama dalam usaha peternakan.
Limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai bahan pakan bagi magot dan cacing sebagai hewan pengurai. Selain membantu mengurangi bau, magot yang telah tumbuh selama 30–40 hari kemudian dimanfaatkan sebagai sumber protein tambahan untuk ayam maupun pakan ikan lele. Pemeliharaan lele turut memberikan nilai tambah ekonomi serta membantu mengurangi potensi gangguan lingkungan di sekitar kandang.
Tidak hanya itu, sebagian kotoran ternak juga difermentasi menjadi pupuk organik yang digunakan untuk menyuburkan tanaman jagung. Hasil panen jagung kemudian digiling dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan pakan ayam. Melalui sistem terpadu ini, peternak ayam kampung Elba mampu meningkatkan efisiensi biaya pakan sekaligus menciptakan pola usaha yang lebih berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.
