Pasamoan Agung di Kuningan, Jabar Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Permintaan Pangan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia menggelar Pasamoan Agung High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD di Taman Kota Kuningan, Kamis (5/2/2026). Forum ini memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi transaksi daerah menjelang Ramadhan, Idulfitri, dan Cap Go Meh 2026.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan perlunya antisipasi lonjakan permintaan pangan melalui pemantauan harga real-time, operasi pasar, serta kerja sama antar daerah. Ia juga meminta penguatan koordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk mengantisipasi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem. BPS mencatat Jawa Barat mengalami deflasi 0,09 persen pada Januari 2026 dengan inflasi tahunan 3,24 persen.
Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Muhammad Nur menyampaikan ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,20 persen hingga triwulan III 2025, dengan inflasi tahunan 2,63 persen, termasuk terendah di Pulau Jawa. BI menekankan penguatan pasokan pangan dan mencontohkan kemitraan seperti Pesantren Al-Ittifaq.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si mengapresiasi kepercayaan kepada Kabupaten Kuningan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kuningan mencapai 9,3 persen pada 2025, disertai penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, didorong penguatan sektor pertanian melalui program “Kembali Ka Karuhun”.
Melalui Pasamoan Agung ini, pemerintah daerah, provinsi, dan BI diharapkan terus memperkuat kolaborasi menjaga stabilitas harga, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mempercepat digitalisasi demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
