Perbaikan Tanah Organik Tingkatkan Produksi dan Percepat Panen Padi

Degradasi kualitas lahan pertanian menjadi salah satu tantangan besar di sektor pertanian akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dalam jangka panjang. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Oleh karena itu, upaya pembenahan tanah melalui aplikasi bahan organik dinilai penting sebelum meningkatkan produktivitas tanaman pangan.

Seorang petani yang menerapkan kombinasi pupuk organik padat (solid) dan pupuk organik cair pada lahan sawahnya menjelaskan bahwa lahan yang telah lama bergantung pada pupuk kimia tidak cukup hanya diberi pupuk organik cair. Pupuk organik padat dibutuhkan untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, sementara pupuk organik cair berfungsi mempercepat proses dekomposisi sehingga unsur hara lebih cepat tersedia bagi tanaman.

Penerapan metode tersebut menunjukkan hasil yang signifikan. Produksi padi diperkirakan mencapai sekitar 8 ton per hektar, lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil petani yang hanya menggunakan pupuk kimia, yakni 6–7 ton per hektar. Selain itu, varietas Rojolele yang umumnya dipanen pada umur 110 hari sudah dapat dipanen pada usia 95–98 hari, sehingga memberikan efisiensi waktu tanam dan peluang perbaikan lahan yang lebih optimal dalam satu tahun.

Klik