Sawah Terancam Puso, Puluhan Hektare Berhasil Diselamatkan Lewat Pengendalian Serentak

Serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer) di sentra padi Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendapat respons cepat dari pemerintah daerah melalui gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Aksi ini berhasil mengamankan sekitar 15 hektare lahan pertanian yang sebelumnya terancam puso. Hama tikus yang dikenal agresif dan cepat berkembang biak ini memang dapat menyerang tanaman padi sejak awal tanam hingga menjelang panen, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian besar jika tidak segera dikendalikan.

Pengendalian dilakukan secara serentak di lahan milik salah satu kelompok tani di wilayah Kecamatan Darma. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan bersama tim proteksi tanaman, petugas POPT, dan petani setempat. Langkah ini merupakan tindak lanjut cepat dari laporan petani, dengan pendekatan pengendalian terpadu seperti pembongkaran sarang, pembersihan lingkungan, serta penggunaan rodentisida untuk menekan populasi tikus.

Selain tindakan teknis, petani juga diberikan edukasi terkait pola serangan dan cara pengendalian hama yang efektif dan berkelanjutan. Pemerintah turut menyalurkan bantuan untuk mempercepat penanganan di lahan terdampak. Upaya ini mendapat sambutan positif dari petani karena dinilai mampu menjaga produksi padi tetap aman, sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah agar tetap stabil.

Klik