Catatan Kajian Kitab Risalah Adab Sulukil Murid
Rabu 13 Muharram 1447 H / 09 Juli 2025
Bersama Ust. Muhammad Sholeh :
. Perbedaan antara maqom tajrid dan maqom sebab, kalau maqom tajrid ia tidak dagang, bertani dan lainnya, ia hanya fokus mengamalkan ilmu agama dan ibadah khusus saja. Maqom asbab, ia wajib untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan yang ada dibawah naungannya
. Maqom setiap orang tidak mesti sama, lakukan sesuai dengan yang Allah kehendaki/mudahkan saat ini
. Ketika seseorang berada di maqom asbab kemudian ia malah beralih atau sibuk dengan tugas maqom tajrid maka ia telah terperdaya hawa nafsu yang tersembunyi, begitu sebaliknya
. Berbaur dengan orang ahli dunia, jika tidak tertata hatinya maka berbahaya, tapi jika hatinya sudah tertata, maka pengaruhi ahli dunia untuk cinta akhirat
. Ciri lain dari maqom asbab adalah dimudahkan untuk bekerja, bertani, jualan, bisnis lancar dan lainnya. Jika dimudahkan urusan rizki, niatkan untuk berbagi, agar tidak minta-minta
. Capeknya kerja, jika tujuannya karena Allah, maka akan mendapatkan nilai ibadah, dalam keterangan disebutkan bahwa barang siapa yang diwaktu sore merasa capek karena pekerjaan untuk mencari nafkah, maka disaat itu diampuni dosanya
. Bisa jadi orang yang bekerja, pahalanya lebih besar daripada shalat sunah, karena bekerja baginya wajib untuk mencukupi kebutuhan keluarga atau orang dibawah naungannya
. Tanda Allah tempatkan kita di maqom tajrid, datangnya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, walaupun ia hanya fokus ibadah saja
. Jika kita saat ini berada di maqom tajrid jangan rendahkan yang berada di maqom asbab, begitu sebaliknya
. Orang yang merasa kaya karena usahanya maka itu suatu kesalahan, yakini bahwa kekayaan dan kemiskinan dari Allah. Buktinya banyak orang berusaha maksimal tapi tidak kaya
. Ketika terlintas difikiran tentang penyakit sombong, iri, ingin mendapatkan pengakuan orang, riya maka itu dimaafkan yang terpenting jangan di ikuti, langsung lawan dengan mengatakan misalnya iri, langsung doakan orang yang kita iri dengan doa kebaikan dan seterusnya
Mencari sahabat :
. Kita perlu teman-teman yang baik agar menjadi sebab kuat, di ibaratkan lidi, jika jumlahnya banyak maka akan saling menguatkan
. Tidak boleh asal memilih teman, apalagi guru
. Jika ingin tau siapa seseorang, tanya atau cari tau siapa sahabatnya, karna seseorang akan seperti sahabatnya
. Bertemanlah hanya boleh dengan orang baik saja..! Kalau dekat dengan orang yang tidak baik harus ada misi untuk merubah keburukan tersebut, jangan asal berteman
. Terkadang ibadah kita biasa-biasa saja, tapi karena berteman dengan yang ibadahnya lebih rendah/buruk seolah dia paling baik
. Duduklah dan bertemanlah dengan orang yang membuat kita semakin dekat dengan Allah, kita juga harus belajar beberapa ilmu ketika berteman dengan orang sholeh, misalnya belajar ilmu Fiqih, Aqidah, Tasawuf dll
. Dekatlah dengan orang sholeh untuk mengikuti kesalehannya
. Mintalah kepada Allah agar dimudahkan dalam mendapatkan teman orang sholeh

